Gue ngpost lagi nih..
sekali-kali kritik napa.
sekali-kali kritik napa.
Aku
ingin menanyakan sesuatu pada anak tersebut, tetapi dia sudah meninggalkan
jejak dari tempatnya. “Aduh, anak tadi juga udah pergi, padahal kan aku ingin bertanya sesuatu tentang lomba ini,” kataku
sambil menunjuk ke kertas tersebut. Aku memutuskan untuk pergi ke gedung
Gajahyana yang letaknya tidak terlalu
jauh dari taman ini.
Tak, kusangka aku bertemu
anak yang menarik tanganku di gedung Gajahyana. “Kamu kan anak yang ada ditaman
itu kan?” tanya anak tersebut sambil menepuk pundakku. Refleks, aku pun memutar tubuhku dan berkata,
“Iya. Memangnya, kenapa?” tanyaku. “Sorry
ya, gue udah nabrak lo tadi,” ujarnya penuh arti. Baru pertama ini ada anak
laki-laki yang mau minta ma’af atas perbuatan yang pernah dilakukannya kepadaku. “Oh ya, gue udah ma’afin lo
kok,” ujarku. “Kenalin nama gue Iqbaal
Ardian Pratama, panggil aja Iqbaal, nama lo siapa?”
tanya Iqbaal sambil menganyunkan tangannya
di udara.
Aku
ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan anak ini, entah apa yang aku fikirkan,
kemudian aku menjawab, “Kepo banget sih lu!” ujarku judes. Aku
baru menyadari sesuatu, kenapa aku jadi begini di dekat anak ini? Kenapa
biasanya didekat orang-orang di sekitarku, aku selalu bersikap ramah. Lalu
kenapa dengan anak ini? Ujarku dalam hati.
Ok. Gue tunggu saran dan kritiknya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar