Kamis, 31 Oktober 2013

Gue ngpost lagi nih..
            sekali-kali kritik napa.

Aku ingin menanyakan sesuatu pada anak tersebut, tetapi dia sudah meninggalkan jejak dari tempatnya. “Aduh, anak tadi juga udah pergi, padahal kan aku ingin bertanya sesuatu tentang lomba ini,” kataku sambil menunjuk ke kertas tersebut. Aku memutuskan untuk pergi ke gedung Gajahyana yang  letaknya tidak terlalu jauh dari taman ini.
Tak, kusangka aku bertemu anak yang menarik tanganku di gedung Gajahyana. “Kamu kan anak yang ada ditaman itu kan?”  tanya anak tersebut sambil menepuk pundakku. Refleks, aku pun memutar tubuhku dan berkata, “Iya. Memangnya, kenapa?” tanyaku. “Sorry ya, gue udah nabrak lo tadi,” ujarnya penuh arti. Baru pertama ini ada anak laki-laki yang mau minta ma’af atas perbuatan yang pernah dilakukannya kepadaku. “Oh ya, gue udah ma’afin lo kok,” ujarku. “Kenalin nama gue Iqbaal Ardian Pratama, panggil aja Iqbaal, nama lo siapa?” tanya Iqbaal sambil menganyunkan tangannya di udara.

Aku ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan anak ini, entah apa yang aku fikirkan, kemudian aku menjawab,  “Kepo banget sih lu!” ujarku judes.  Aku baru menyadari sesuatu, kenapa aku jadi begini di dekat anak ini? Kenapa biasanya didekat orang-orang di sekitarku, aku selalu bersikap ramah. Lalu kenapa dengan anak ini? Ujarku dalam hati.

Ok. Gue tunggu saran dan kritiknya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar