ini Cerpen yang kedua gue.. Aslinya sih banyak, tp gue malu (Abaikan)
Melihat
awan-awan, itulah kebiasaan yang paling sering aku lakukan. Entah mengapa sejak
kecil, aku selalu tertarik dengan awan. Kalau ditanya siapa idolaku pasti aku akan
langsung berfikir bahwa awanlah idolaku, padahal awan hanyalah kumpulan titik-titik
air hujan yang berada di angkasa.
Aku
duduk di sebuah bangku di taman kota sambil melihat indahnya awan. Tiba-tiba
ada seseorang yang berkata “Hei, ayo,” ujar seorang anak sambil menarik
tanganku. Aku tersentak kaget dan menghadap kebelakang dan menoleh ke arah anak
tersebut, “Siapa kamu?” tanyaku heran
sambil berjalan, mengapa ia menarik tanganku
secara tiba-tiba. “Oh ma’af gue salah orang,” ujarnya.
Tak berselang beberapa saat anak tersebut meninggalkanku di tengah jalan di
taman. Kulihat sebuah kertas melayang ke arahku, kertas itu dari saku anak tersebut.
Kertas
tersebut jatuh tepat di kakiku, aku pun segera mengambilnya. Kuperhatikan kertas
tersebut. Kertas tersebut berisi tentang
pengadaan lomba fotografi di gedung Gajahmada. “Fotografi?” tanyaku. Aku sangat suka sekali fotografi, “Eh
tunggu dulu tapi temanya apa ya?” kataku dalam hati. Aku membaca sekali lagi
kertas tersebut, “Yah,
temannya kok harus tema Bumi sih?”
tanyaku dalam hati, sambil mendengus
kesal.
Mau tau kelanjutannya? kalau gk mau ya udeh gpp.. Comment ya. terima kritik dan sarannya. Oke. Bye..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar